Cara Menghitung Kebutuhan Energi

By February 6, 2017Catering Murah

Cara Menghitung Kebutuhan Energi. Kebutuhan energi seseorang ditentukan oleh beberapa faktor. Pertama adalah usia. Beda usia beda pula kebutuhan energinya. Pada masa anak-anak hingga remaja akhir kebutuhan energinya cenderung lebih tinggi hal ini karena energi tersebut dibutuhkan untuk pertumbuhan. Yang kedua yaitu jenis kelamin. Jenis kelamin pun menentukan berapa kebutuhan gizi seorang. Karena adanya perbedaan sifat hormonal maupun perbedaan otot antara laki-laki dan perempuan sehingga mempengaruhi metabolisme dalam tubuh dan tentunya akan menyebabkan kebutuhan gizi yang berbeda.

 

Faktor ketiga, aktifitas fisik. Makin banyak aktivitas fisik yang dilakukan berarti semakin besar pula energi yang dibutuhkan. Sebaliknya semakin sedikit aktivitas seseorang maka tingkat kebutuhan energinya juga semakin kecil. Faktor keempat yaitu kondisi fisiologis tertentu misalnya hamil dan menyusui. Ibu hamil dan ibu menyusui membutuhkan energi lebih banyak dari daripada ibu dengan kondisi fisik normal.

Berikut ini cara menghitung kebutuhan energi menggunakan Angka Metabolisme Basal (AMB) dan aktifitas fisik.

Rumus untuk orang sehat adalah AMB x Faktor Aktifitas

Rumus untuk orang sakit adalah AMB x Faktor Aktifitas x Faktor Stress

  1. Angka Metabolisme Basal

Angka Metabolisme Basal (AMB) atau Basal Metabolic Rate (BMR) adalah jumlah energi yang dikeluarkan untuk aktivitas vital tubuh pada waktu istirahat. Energi tersebut dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi vital tubuh seperti denyut jantung, bernapas, pemeliharaan tonus otot, pengaturan suhu tubuh, metabolisme makanan, sekresi enzim, sekresi hormon, transmisi elektrik pada otot dan lain-lain.

Untuk menghitung AMB tersebut menggunakan Rumus Harris Benedict. Rumus ini membedakan antara laki-laki dan perempuan.

Laki-laki         : 66 + (13,7 x BB) + (5 x TB) – (6,8 x U)

Perempuan     : 655 + (9,6x BB) + (1,8 x TB) – (4,7 x U)

 

Keterangan :

BB       : Berat badan dalam Kg

TB       : Tinggi badan dalam Cm

U         : Usia dalam Tahun

  1. Faktor Aktifitas Fisik

Aktifitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang meningkatkan pengeluaran tenaga dan energi sehingga menyebabkan pembakaran energi. Energi yang diperlukan untuk aktifitas fisik bervariasi menurut tingkat intensitas dan lama melakukan aktifitas fisik, makin tinggi energi yang diperlukan.

Aktifitas fisik di rumah sakitGambar di samping adalah faktor aktifitas berdasarkan berat ringannya.

  1. Faktor Stres atau Trauma

 Pengali faktor stress/trauma hanya digunakan untuk menghitung kebutuhan orang sakit. Stres atau trauma yang dialami oleh orang sakit akan meningkatkan kebutuhan energinya untuk cepat pulih dari kondisinya. Gambar di samping adalah faktor stres berbagai jenis stress/trauma dan jenis aktifitas di rumah sakit.

Contoh cara perhitungan kebutuhan energi

Syifa adalah perempuan dari dua bersuadara. Saat ini tinggi badan Syifa adalah 155 cm dan berat badannya 49 kg. Dia sehat dan sangat jarang sakit. Bulan ini Syifa tepat berusia 21 tahun. Kesehariannya Syifa aktif kuliah dan organisasi. Hal inilah yang membuatnya menjadi perempuan yang cerdas dan berwawasan luas. Tentukan berapa energi yang dibutuhkan oleh Syifa agar tetap dapat sehat dan melakukan aktifitasnya setiap hari dengan baik.

Jawab

BB      : 49 Kg

TB      : 155 cm

U        : 21 tahun

F.A*    : 1,7 (lihat tabel)

*Faktor Aktifitas

 

Pertama tentukan AMB

Rumus Harris Benedict untuk AMB Perempuan

AMB Perempuan        : 655 + (9,6 x BB) + (1,8 x TB) – (4,7 x U)

: 655 + (9,6 x 49) + (1,8 x 155) – (4,7 x 21)

: 655 + (470,4) + (279) – (98,7)

: 1503,1 Kal

Kedua Tentukan Energi

Rumus kebutuhan energi untuk orang sehat

Energi = AMB x Faktor Aktifitas

= 1503,1 x 1,7

= 2.555,27 Kal

Jadi energi yang dibutuhkan oleh Syifa adalah 2.555,27 Kal

source : http://gizidietetik.com/cara-menghitung-kebutuhan-energi/

Leave a Reply